Ringkasan materi statistika bab 2 ali anwar
1. peran statistika dalam penelitian
1. Peran ilmu statistik dalam penelitian
Dalam suatu penelitian, peranan statistik sangat besar dalam membantu menjawab persoalan dalam suatu penelitian. Menurut Sudjana (2002), statistik merupakan salah satu alat yang sangat penting yang digunakan dalam menentukan cara mengumpulkan data, menyajikan, menganalisa dan menyimpulkan hasil dari data tersebut.
Ditambahkan Nasir (1985), dalam penelitian, statistik digunakan dalam menyusun model, dalam perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat dan instrument pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalam penentuan sample dan dalam analisa data.
Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan yang diperoleh benar-benar berbeda secara signifikan. Apakah kesimpulan yang diambil cukup representative untuk memberikan infrensi terhadap populasi tertentu.
Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif.
2. 2. Kaitan ilmu statistika dengan ilmu Matematika:
Matematika terapan berkenaan dengan penggunaan alat matematika abstrak guna memecahkan masalah-masalah konkret di dalam ilmu pengetahuan, bisnis, dan wilayah lainnya. Sebuah lapangan penting di dalam matematika terapan adalah statistika, yang menggunakan teori peluang sebagai alat dan membolehkan penjelasan, analisis, dan peramalan gejala di mana peluang berperan penting. Sebagian besar percobaan, survey, dan pengkajian pengamatan memerlukan statistika.
3. Perbedaan antara:
a. Statistik deskriptif dan statistik inferensial
Perbedaan
|
Statistik deskriptif
|
Statistik inferensial
|
Berkenaan dengan
|
bagaimana data dapat digambarkan
|
permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data
|
Contoh
|
menghitung rata-rata dan deviasi standa
tabel atau grafik
|
melakukan pengujian hipotesis melakukan estimasi pengamatan masa mendatang
|
b. Statistik parametric dan statistik non parametric
Perbedaan
|
Statistik parametrik
|
Statistik non parametric
|
Pengertian
|
suatu
uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu
(asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang merupakan
sumber sampel penelitian
|
uji statistik yang tidak memerlukan adanya syarat-syarat tersebut
|
syarat-syarat
|
Distribusi
dari suatu sampel yang dijadikan obyek pengukuran berasal dari
distribusi populasi yang bisa diasumsikan terdistribusi secara normal.
Sampel diperoleh secara random, dengan jumlah yang dianggap dapat mewakili populasi.
Distribusi normal merupakan bagian dari continuous probability distribution,
sehingga skala pengukurannya pun haruslah kontinyu (rasio atau
interval) atau skala nominal yang diubah menjadi proporsi (hanya bisa
diolah menggunakan chi-square).
|
bila salah satu dari syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi
|
Kegunaan
|
menganalisis data yang berskala interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas
|
menganalisis data yang berskala nominal dan ordinal
|
Contoh
|
Anova parametrik, dll
|
Chi-square test. Median test
|
c. Statistik univariant dan statistik multivariant
Perbedaan
|
Statistik univariant
|
statistik multivariant
|
Pengertian
|
analisis yang dilakukan untuk satu variabel atau per variabel.
|
analisis yang dilakukan untuk menganalisis hubungan lebih dari dua variabel.
|
4. 3 Perbedaan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif
Sudut Pandang
|
Kualitatif
|
Kuantitatif
|
Frase yang berkaitan dengan pendekatan
|
Etnografis
Dokumentasi
penelitian lapangan
data lunak
interaksi simbolis
perspektif dalam
naturalistik
etnometodologis
Deskriptif
pengamatan pelibatan
fenomenologis
aliran Chicago
riwayat hidup
studi kasus
ekologis
naratif
interpretatif
|
Eksperimen
data keras
perpektif luar
empiris
positivis
fakta sosial
statistik
metode ilmiah
|
Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan
|
makna
pemahaman akal sehat
penggolongan
definisi situasi
kehidupan sehari-hari
tatanan negosiasi
proses
pemahaman
tujuan praktis
konstruksi sosial
teori dasar
|
Variabel
Opersional
Reliabilitas
Hipotessis
Validitas
signifan secara statistik
replikasi
prediksi
|
Nama yang berkaitan dengan pendekatan
|
Max Weber
Charles Horton Cooley
Harold Garfinkel
Margaret Mead
W.I Thomas
Everelt Hughes
Ervng Golfman
Herbert Blumer
|
Emile Durkheim
Fred Kerlinger
Edward Thorndike
Robert Bales
Donald Chambell
|
Afiliasi teoritis
|
interaksi simbolis
etnometodologi
fenomenologi
kebudayaan
idealisme
|
fungsionalisme struktural
realisme, positivisme
behaviorisme
empirisme logis
teori sistem
|
Afiliasi Akademis
|
sosiologi
sejarah
antropologi
|
Psikologis
ilmu ekonomi
sosiologi
ilmu politik
|
Tujuan
|
mengembangkan konsep memerikan realitas ganda
teori dasar (grounded theory) mengembangkan pemahaman
|
menguji teori
menstabilkan fakta
deskripsi statistik
menunjukkan hubungan antar variabel
memprediksi
|
Rancangan
|
berkembang, lentur, umum
khusus rancangan sebagai panduan proses penelitian
|
terstruktur, ditentukan di awal, formal,
rencana kerja operasional
|
Usulan Penelitian
|
singkat
spekulatif
menunjukkan bidang yang relevan diteliti
sering ditulis setelah ada data terkumpul
kajian pustaka yang substantif singkat ancangan disebut secara umum
|
panjang lebar
fokus rinci dan khusus
prosedur rinci dan khusus
melalui tinjauan pustaka yang substantif
ditulis sebelum ada datanya
hipotesa dinyatakan
|
Data
|
Deskriptif
dokumen pribadi
catatan lapangan
foto
kata-kata pelaku sendiri
dokumen resmi dan artefak
|
Kuantitatif
kode kuantitatif
bilangan, ukuran
variabel operasional
statistik
|
Sampel
|
kecil
tidak mewakili
sampel teoritis
sampel bola salju
bertujuan
|
besar
berstratifikasi
kelompok kontrol
tepat, cermat
dipilih acak
kendali kontrol untuk variabel
|
Taktik atau Metode
|
observasi
observasi partisipasi
tinjauan atas berbagai dokumen
wawancara terbuka/berkembang penjelasan sumber pertama
|
Eksperimen
observasi terstruktur
eksperimen semu
wawancara terstruktur
survei
|
Hubungan dengan Subjek
|
Empati
menekankan kepercayaan
kesetaraan
subyek sebagai sahabat
hubungan dekat
|
ada pembatasan
jangka pendek
ada jarak
subyek-peneliti
musiman
|
Instrumen dan alat
|
tape recorder
alat penyalin tulisan
komputer
|
inventori, kuesioner
komputer
indeks, skala, skor tes
|
Analisa data
|
Berkelanjutan
model, tema, konsep
induktif
induksi analitis
metode komparatif
|
Deduktif
dikerjakan selesai pengumpulan data
statistik
|
Masalah dalam penggunaan pendekatan
|
prosedur tidak baku
memakan waktu
sulit mereduksi data
reliabilitas
prosedur tidak baku
sulit meneliti populasi besar
|
mengendalikan variabel lain
mengontorol variabel lain
reifikasi
obtrusiveness
validitas
|
5. Teknik pengumpulan data
a. Metode Tes
Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti.
b. Metode Wawancara.
Wawancara
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan
tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap
nara sumber atau sumber data. Sifat: Terdapat interaksi dan komunikasi
antara pewawancara dengan responden.
c. Metode Observasi.
Obrservasi
merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur
sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan
untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik
ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku
manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar. Sifat: Tidak ada interaksi antara obyek yang
diamati dengan pengamat/pengumpul data.
d. Metode Daftar Pertanyaan (kuesioner).
Angket
/ kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang
dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik
pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya
cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
e. Metode dokumentasi
Metode
dokumentasi atau teknik dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan
untuk mengumpulan data yang ditunjukkan untuk mem-peroleh penjelasan
melalui sumber – sumber dokumen.
6. a. Variabel Independent (bebas)
Unsur yang mempengaruhi munculnya unsur lain.
Contoh : Pengaruh metode tanya-jawab dengan hasil belajar peserta didik
Yang merupakan variabel independent adalah metode tanya jawab
b. Variabel dependent (terikat)
Unsur yang munculnya dipengaruhi munculnya unsur lain.
Contoh : Pengaruh metode tanya-jawab dengan hasil belajar peserta didik
Yang merupakan variabel dependent adalah hasil belajar peserta didik
c. Variabel kontrol
Adalah
variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh
variable bebas terhadap variable terikat tidak dipengaruhi oleh faktor
luar yang tidak diteliti.
Contoh : Pengaruh pendekatan kontekstual pada hasil belajar peserta didik sekolah dasar kelas rendah
Yang merupakan variabel kontrol adalah peserta didik sekolah dasar kelas rendah
d. Variabel destroy (penggangu)
Bersifat
hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan,
tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel
bebas dan tergantung yang sedang diteliti.
Contoh: Hipotesis: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat
Variabel bebas: minat terhadap tugas
Variabel terikat: kinerja dalam mengerjakan tugas
Variabel penganggu: proses belajar
7. Tujuan
peneliti memahami jenis-jenis variabel dalam penelitian agar penelitian
memperoleh hasil yang optimal, serta pelaksanaannya efektif dan efisien
8. Istilah:
a. Distribusi simetris
Apabila
mean, median, dan modus bersekutu (M = Mdn = Mo). Hal ini dapat
dimengerti,sebab pada distribusi normal, mean membagi dua sama banyak
frekuensi variabel di atas dan dibawahnya. Dengan demikian, mean ini mempunyai fungsi seperti median. Oleh karena yang menjadi mode dalam distrubusi normal adalah nilai yang ada pada mean, maka dengan sendirinya mode itu bersekutu dengan mean.
b. Distribusi asimetris
Apabila mean, median, dan modus tidak bersekutu
c. Juling positif
Apabila nilai Modus < Median < Mean atau Mean > Median > Modus
d. Juling negatif
Apabila nilai Mean < Median < Modus atau Modus > Median > Mean
9. Variabilitas
Tujuan mempelajari materi variabilitas adalah untuk mengetahui seberapa besar variasi dari data yang diketahui.
10. a. Range
Range
merupakan ukuran variasi yang paling sederhana dan paling mudah
ditentukan nilainya. Yang dimaksud dengan range adalah selisih
nilai-nilai ekstrim yang terdapat dalam kumpulan data atau dengan kata
lain selisih nilai tertinggi dengan nilai terendah dalam kumpulan data.
Rumusnya adalah:
Rentang=〖datum〗_terbesar -〖datum〗_terkecil
atau
R=x_tr - x_tl
Rentang=〖datum〗_terbesar -〖datum〗_terkecil
atau
R=x_tr - x_tl
b. Range antar kwartil
Jangkauan antar kuartil adalah selisih antara nilai kuartil atas (Q3) dan kuartil bawah (Q1). Dirumuskan:
JK=Q_3 - Q_1
JK=Q_3 - Q_1
c. Range semi antar kwartil
Jangkauan
semi interkuartil atau simpangan kuartil adalah setengah dari selisih
kuartil atas (Q3) dan kuartil bawah (Q1). Dirumuskan:
Qd=1/2 (Q_3 - Q_1)
Qd=1/2 (Q_3 - Q_1)
d. Rerata penyimpangan
Simpangan
rata-rata adalah nilai rata-rata hitung dari harga mutlak
simpangan-simpangannya. Simpangan rata-rata merupakan ukuran variasi
yang kedua dan ukuran ini lebih baik daripada range. Simpangan rata-rata
ini ditentukan berdasarkan pada keseluruhan nilai yang ada dalam
kelompok data yang bersangkutan, bukan hanya berdasar pada nilai-nilai
ekstrimnya saja.
e. Simpangan baku
Simpangan
baku merupakan ukuran variasi yang ketiga dan merupakan ukuran yang
paling banyak digunakan orang karena adanya kemungkinan untuk melakukan
manipulasi matematika pada rumus-rumus simpangan tersebut.
Yang dimaksud simpangan baku adalah suatu nilai yang menunjukkan besar simpangan rata-rata keseluruhan nilai yang ada dalam kelompok data bersangkutan dengan nilai pusatnya dengan cara menghilangkan kemungkinan memiliki nilai nol dengan dikuadratkan. Untuk sampel, simpangan bakunya (simpangan baku sampel) disimbolkan dengan s dan untuk populasi simpangan bakunya (simpangan populasi) disimbolkan dengan σ. Untuk menentukan nilai simpangan baku caranya adalah dengan menarik akar dari varians. Jadi, s = √varians
Yang dimaksud simpangan baku adalah suatu nilai yang menunjukkan besar simpangan rata-rata keseluruhan nilai yang ada dalam kelompok data bersangkutan dengan nilai pusatnya dengan cara menghilangkan kemungkinan memiliki nilai nol dengan dikuadratkan. Untuk sampel, simpangan bakunya (simpangan baku sampel) disimbolkan dengan s dan untuk populasi simpangan bakunya (simpangan populasi) disimbolkan dengan σ. Untuk menentukan nilai simpangan baku caranya adalah dengan menarik akar dari varians. Jadi, s = √varians
Tidak ada komentar:
Posting Komentar